Ultimate magazine theme for WordPress.

1.300 Personel Polisi Siaga di Papua Amankan 1 Desember

JAKARTA – Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, hingga Ahad pagi, 1 Desember 2019, situasi keamanan di Papua saat ini kondusif, aman dan terkendali. “Tidak ada aktivitas yang menonjol yang terjadi hingga pukul 10.00,” kata Irjen Waterpauw, Ahad pagi di Jayapura.

Paulus menegaskan tidak mengizinkan berbagai bentuk kegiatan masyarakat yang dikemas secara berkelompok untuk memperingati 1 Desember yang dianggap sebagai hari ulang tahun gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Polda Papua mengerahkan 1.300 personel untuk mengamankan 1 Desember. Sejumlah wilayah menjadi prioritas pengamanan terutama kawasan pegunungan tengah dan wilayah operasi PT Freeport mengingat masih adanya kelompok kriminal bersenjata yang kerap mengganggu warga sipil dan aparat keamanan.

Hingga hari ini aktivitas masyarakat Kota Jayapura berlangsung normal.

Kepolisian Resor Manokwari, Papua Barat, mulai menangkapi para orang Papua yang kedapatan membawa bendera bintang kejora, simbol pergerakan Papua merdeka, menjelang peringatan 1 Desember. Pada 27 November 2019, delapan warga sipil ditangkap. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manokwari Ajun Komisaris Musa Jedi Permana mengatakan, mereka mengaku diajak seseorang yang diduga aktor utama melalui selebaran yang dibagikan. “Inisial aktornya AN. Kami sedang mencarinya,” kata Musa pada Rabu, 27 November 2019.

Sebelumnya, polisi juga menangkap tersangka enam pembawa bendera bintang kejora. Charles Kossay, Dano Tabuni, Juru bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua Surya Anta, Isay Wenda, Ambrosius Mulait, dan Arina Elopere beraksi di depan Istana Negara pada 28 Agustus lalu sehubungan dengan insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Polda Metro Jaya menduga aksi di depan Istana Negara itu disertai pengibaran bendera bintang kejora. Dua sampai tiga hari setelah aksi, keenam aktivis ditangkap dan dijerat dengan tuduhan makar.

Tuduhan serupa juga dialamatkan kepada tujuh warga Papua yang melibatkan Ketua Komite Nasional Papua Barat Agus Kossay. Kepolisian Daerah Papua menangkapi tujuh aktivis pada awal September 2019. Agus bersama 6 orang lainnya, yaitu Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Buchtar Tabuni, Ketua BEM Uncen Fery Kombo, Presiden Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Alexander Gobai, Ketua KNPB Wilayah Mimika Steven Itlay, Hengki Hilapok, dan Irwanus Uropmabin diduga pelaku di balik kerusuhan di Kota Jayapura, pada 29 Agustus 2019. *

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.