Ultimate magazine theme for WordPress.

GENERASI MILENIAL KUNCI SUKSES MENUJU MASA DEPAN PERTANIAN INDONESIA

JAKARTA – Regenerasi petani menjadi salah satu faktor kunci untuk kemajuan dan modernisasi pertanian Indonesia. Melalui regenerasi, penggarapan lahan, proses produksi, dan agrobisnis akan dijalankan oleh mayoritas kelompok petani muda atau kaum milenial yang biasanya bekerja lebih produktif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi serta selalu kreatif berinovasi.

“Nah, kunci dari petani dan pertanian berteknologi adalah adanya regenerasi petani. Lalu, untuk menarik anak-anak muda ke pertanian, kita harus menjadikan sektor pertanian itu menjanjikan dan menguntungkan dengan pembukaan akses pasar, inovasi, dan tekhnologi,” kata Ketua Umum Pemuda Tani HKTI, Rina Sa’adah Adisurya, di arena ASAFF 2020 Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Pentingnya regenerasi petani menjadi kunci untuk kemajuan dan medernisasi pertanian Indonesia. Generasi milenial harus melakukan penggarapan lahan, proses produksi dan agrobisnis dengan memanfaatkan teknologi serta selalu kreatif berinovasi.
Disisi lain, Anak-anak muda harus mau berkecimpung dalam sektor pertanian untuk mendorong revitalisasi pertanian, Rina juga menyebutkan bahwa hal tersebut juga dapat mengatasi laju penurunan jumlah petani.

Rina kemudian menjelaskan, pentingnya revitalisasi pertanian dengan regenerasi petani. Hal tersebut beralasan karena jumlah petani muda saat ini berjumlah di bawah angka tiga juta orang, sementara luas lahan pertanian Indonesia mencapai 7,78 juta hektare.
Kaum muda di kalangan milenial perlu didorong untuk menjadi petani. Sebab jadi petani saat ini adalah termasuk gaul dan perlu melek teknologi.

Untuk itu, lanjut Rina, Pemuda Tani HKTI akan terus berupaya berperan aktif dalam upaya terciptanya regenerasi petani. Kemudian sebagai komponen bangsa, organisasinya juga terpanggil dan bertekad untuk berpartisipasi mendukung pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia. ()

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.