Ultimate magazine theme for WordPress.

Harga Sewa Teater TIM Naik Hingga 100 Persen, Anies Jilad Ludah Sendiri

Penulis: Bintang-red

JAKARTA – Rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menaikkan harga sewa gedung teater di Taman Ismail Marzuki (TIM) mendapatkan kecaman keras dari masyarakat dan kalangan komunitas kesenian di DKI Jakarta. Rencana tersebut juga mendapatkan respon kritikan keras dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengingatkan bahwa keberadaan TIM harus mengedepankan aspek kebudayaan, bukan komersil.

Kritik disampaikan Anggota Fraksi PSI Viani Limardi dalam Rapat Paripurna DPRD DKI mengenai Perda Retribusi, Rabu (11/3).

“Sebagai pengingat, Pak Gubernur dalam audiensi dengan Komisi X DPR RI pada 27 Februari 2020 yang secara tegas pernah mengatakan bahwa pengelolaan TIM tidak untuk kepentingan komersial dan akan lebih mengutamakan pemajuan kebudayaan,” kata Viani.

PSI menemukan tarif sewa gedung teater TIM naik dua kali lipat dari tarif Perda sebelumnya, yakni Perda nomor 1 tahun 2015 tentang Retribusi Daerah.

Biaya sewa pemakaian gedung teater di hari biasa menurut Perda Nomor 1 Tahun 2015 sebesar Rp30 juta/hari. Sementara dalam rancangan perda baru mencapai Rp60 juta/hari.

“Tidak hanya itu, bahkan dalam raperda ini, tarif pemakaian gedung untuk akhir pekan juga dibedakan, lebih mahal sekitar 25 hingga 50 persen dari hari biasa,” ungkap Viani.

Rencana Anies menaikan tarif TIM sebesar 100 persen dari tarif awal bagaikan menjilad ludah sendiri dan menunjukan kemunafikannya. Pada saat audiensi dengan Komisi X DPR tanggal 27 Februari 2020, secara tegas Gubernur Anies mengatakan pengelolaan TIM tidak untuk kepentingan komersil dan mengutamakan pemajuan kebudayaan, padahal nyatanya tarif sewa teater TIM dinaikan untuk meraup keuntungan. ()

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.