Ultimate magazine theme for WordPress.

KAMI Tidak Jauh Dari Gerakan Politis Semata ?

JAKARTA – Sejumlah pihak menilai pembentukan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sangat akan kepentingan politik praktis. Arah kelompok ini juga dinilai ambigu dan hanya akan memunculkan berbagai persoalan baru di tanah air. Hal itu pun diungkapkan oleh advokat Indonesia dan Anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kapitra Ampera.

Kapitra secara tegas menyebut bahwa munculnya KAMI bukan suatu hal yang baru dalam kancah politik Indonesia. Jika ditarik dalam sejarah, kelompok-kelompok yang diinisiasi oleh politisi ataupun tokoh publik yang bersebrangan politik dengan Pemerintah cenderung hanya akan menciptakan kegaduhan. Kelompok tersebut, lanjut Kapitra, hanya akan memanfaatkan kondisi terpuruknya Negara, disaat Pemerintah fokus dalam mengendalikan dampak buruk pandemi Covid-19. Kapitra pun tidak segan menyebut munculnya KAMI sarat kepentingan politik semata.

“Kelompok ini kan diisi oleh orang-orang yang bersebrangan politik dengan Presiden. Arah dan targetnya juga tidak jelas. Ini murni sarat kepentingan politik praktis aja”, imbuh Kapitra.

Kapitra pun menyebut tidak habis pikir apa yang menjadi landasan kelompok ini dibentuk. Situasi ekonomi Indonesia bersama Vietnam jauh lebih baik dibanding Negara-Negara di kawasan ASEAN. “Situasi Indonesia terkini secara pemerintahan pun cukup baik. Bahkan strategi Pemerintah terkait recovery ekonomi yang sempat jatuh akibat pandemi Covid-19 lebih baik jika dibandingkan dengan Negara lain”, lanjutnya.

Ditempat terpisah, Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengatakan masyarakat tidak perlu memikirkan aksi deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia. Dia menyebutkan bahwa kelompok itu hanya galangan politik yang berbau opini. Ferdinand mengatakan, pernyataan yang dilontarkan pada acara deklarasi KAMI lebih kepada pendapat opini semata.

“Saya menghimbau seluruh warga negara Indonesia, teruslah fokus pada masa depan, fokus mencari kehidupan, tidak usah dihiraukan galangan-galangan politik yang hanya berbau opini saja. Indonesia akan sejahtera dan maju bila kita bersama dan bersatu”, ujar Ferdinand Hutahaean.

Kelompok Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sendiri diinisiasi oleh akademisi maupun tokoh nasional Indonesia, diantaranya Rocky Gerung, Din Syamsuddin, Refly Harun, Abdullah Hehamahua, dan Said Didu. Mereka mendeklarisasikan diri sebagai kelompok yang berusaha menyelamatkan Indonesia di tengah ketidakpastian yang terjadi saat ini. Mereka juga menyebut kelompok ini menyelamatkan dari praktek korupsi, kolusi nepotisme yang masih merajalela bahkan lingkaran terdekat dari kekuasaan itu sendiri. Menyelamatkan Indonesia dari oligarki, kleptokrasi, politik dinasti yang bahkan dengan segala keangkuhan melabrak undang- undang yang ada dan melanggar konstitusi uud 1945.

Namun beberapa masyarakat justru menilai kemunculan KAMI hanya akan mengganggu stabilitas Negara. Tokoh publik dan penulis Birgaldo Sinaga melalui akun twitter @Birgaldo_Sinaga mengatakan bahwa Koalisi Menyelamatkan Indonesia tidak lebih kelompok yang haus kekuasaan. Sementara itu akun @ryan_herawan mengatakan kalau kelompok “KAMI” sudah mulai menyalahkan presiden berarti mereka memulai kudeta terhadap pemimpin yang sah #KAMIProvokatorSaatPandemi.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.