Ultimate magazine theme for WordPress.

Larangan Mudik Bukti Pemerintah Utamakan Keselamatan Warga Dari Penularan Covid-19

Oleh : Andri Saputro )*

 

Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran tahun 2020 guna mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas. Ketegasan Pemerintah ini merupakan bukti Pemerintah utamakan keselamatan warga, sehingga perlu untuk mendapat dukungan masyarakat.

Sejak 24 April 2020, pemerintah mengeluarkan larangan resmi agar seluruh warga negara Indonesia tidak mudik lebaran ke kampung halaman. Sebelumnya, hanya pegawai negeri sipil yang dilarang mudik. Namun sekarang semua rakyat juga terkena aturan baru ini.

Hal ini sontak membuat banyak orang protes keras. Mereka kecewa, mengapa pemerintah melarang-larang hak pribadi seperti ini? Padahal mudik hanya dilakukan setahun sekali. Pemudik juga ngotot ingin pulang kampung, karena hanya bisa bertemu dengan orang tua serta kerabat, setahun sekali. Selain saat lebaran, di hari lain para pegawai tidak bisa cuti panjang untuk sekadar menengok tanah kelahiran.

Pemerintah melalui juru bicara menjelaskan tentang larangan ini. Hendaknya masyarakat bertindak dengan bijak, di tengah pandemi corona. Mematuhi anjuran untuk stay at home, menaati PSBB dan menuruti untuk tidak mudik lebaran. Bukannya sok mengatur, namun larangan ini juga demi kebaikan mereka sendiri.

Ketika corona masih merajalela dan belum ditemukan vaksinnya, maka mudik sangat berbahaya. Penyebabnya adalah ketika seseorang bepergian jauh, ia bisa saja bertemu dengan banyak orang di dalam bus, kereta api, pesawat, maupun mobil travel. Bisa saja orang lain adalah carrier corona, dan ciri-ciri orang yang sakit karena virus covid-19 tidak terlihat secara gamblang. Jadi, jika ia nekat untuk mudik, penyakit berbahaya ini bisa lebih mudah tersebar di Indonesia.

Begitu pula jika masyarakat mudik menggunakan mobil pribadi. Memang sekilas terlihat aman karena hanya duduk di dalam kendaraan roda 4. Namun mereka juga bisa kena resiko tertular corona, ketika berpapasan dengan orang lain di POM bensin, di rest area, dan tempat-tempat lain.

Orang yang habis bepergian dari luar kota atau luar negeri disarankan untuk isolasi mandiri selama setidaknya 14 hari. Anda mungkin bisa berarguen, setelah sampai di rumah orang tua, langsung isolasi mandiri. Namun waktu libur lebaran yang tak sampai 2 minggu bisa membuat rencana ini batal. Lagipula, di kampung biasanya lebih ramai saat hari raya dan selama hampir seminggu banyak tamu yang berkunjung. Masih yakinkah Anda untuk bisa benar-benar diam di kamar dan melakukan isolasi mandiri?

Ingatlah bahaya corona yang bisa menulari keluarga tercinta di kampung halaman. Jangan sampai orang tua yang sudah tua renta malah kesusahan karena terkena virus COVID-19 yang terbawa, ketika Anda dalam perjalanan mudik. Jika Anda benar-benar sayang pada mereka, lebih baik batalkan saja tiket mudik lalu meminta maaf bahwa lebaran kali ini tidak bisa pulang kampung.

Sebagai pengganti mudik, Anda bisa melakukan video call untuk bermaaf-maafan dengan orang tua dan kerabat nun jauh di sana. Manfaatkan teknologi untuk bersilaturahmi via online. Mereka pasti memaklumi, mengapa Anda kali ini tidak bisa mudik lebaran.

Aturan dari pemerintah untuk tidak pulang kampung hendaknya ditaati, demi keamanan bersama. Kita bersama lawan corona dengan cara berdiam diri di rumah, memakai masker non medis, dan jaga jarak ketika terpaksa harus keluar untuk berbelanja. Jangan sampai saat mudik jadi menderita karena terkena virus covid-19 dan bahkan menulari banyak orang di kampung halaman.

Pemerintah sangat memperhatikan kesehatan dan keselamatan rakyatnya. Bersabarlah untuk tidak mudik, hanya di lebaran tahun ini, dan menaati aturan yang berlaku. Semua larangan ini sebenarnya demi keamanan Anda sendiri dan keluarga, agar tidak terkena corona.

 

)* Penulis adalah Aktivis dalam Ikatan Mahasiswa Gunung Kidul

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.