Ultimate magazine theme for WordPress.

PA 212 Kembali jadi Kompor Hasut Kebencian ke BPIP

JAKARTA – Persaudaraan Alumni (PA) 212 memang berotak tumpul. Mereka memandang sempit pernyataan Kepala BPIP Yudian Wahyudi yang mengatakan agama musuh terbesar Pancasila. PA 212 mulai memplintir serta mencari celah untuk memprovokasi masyarakat.

Seperti yang dikatakan Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif. Ia menyebut, Yudian Wahyudi merupakan musuh utama dari Pancasila sesungguhnya karena ingin membuang nilai agama dari Pancasila.

“Jadi ketua BPIP itu sesungguhnya musuh dari Pancasila, karena mau membuang agama dari Pancasila,” kata Slamet kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/2).

Slamet menegaskan ucapan Yudian itu semakin membuktikan bobroknya rezim pemerintahan Jokowi saat ini. Sebab, kata dia, Jokowi justru memilih Yudian tak mengerti esensi dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

“Bukti bertambah bukti bobroknya ini rezim, orang yang yang gak ngerti esensi Pancasila jadi Ketua BPIP,” kata Slamet

Slamet menyatakan Pancasila merupakan warisan dari para ulama pendiri bangsa. Kata dia, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa yang mengandung nilai agama merupakan perjuangan dari para ulama.

Ia lalu meminta BPIP segera dibubarkan agar tak membuat negara semakin hancur.

“Musuh terbesar Pancasila itu yang menafsirkan Pancasila sesuai seleranya. Ayo bubarkan saja BPIP atau negara makin hancur,” kata dia.

PA 212 hanya mencari celah untuk memprovokasi masyarakat. Agama tidak salah, namun yang membuat kekacauan adalah para pecandu agama seperti PA 212 yang memandang kebenaran agama hanya dari sudut pandangnya sendiri. Agama dipelintir dan dimanipulasi sehingga bertentangan dengan Pancasila, padahal agama sejalan dengan Pancasila bahkan Pancasila memuat agama pada sila pertama. PA 212 pada dasarnya memang tidak mampu mencerna pernyataan Kepala BPIP dengan baik karena sudah dirasuki kedengkian dan PA 212 merupakan salah satu manipulator agama.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.