Ultimate magazine theme for WordPress.

Peserta BPJS Kelas III akan Diberi Subsisi oleh Pemerintah

JAKARTA – Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto mengatakan, pemerintah akan memberi subsidi untuk iuran BPJS Kesehatan bagi peserta kelas III. Namun hal ini masih dalam tahap pembahasan.

Terawan menegaskan, pemerintah tetap berusaha membantu rakyat.

“Pemerintah akan menggelontorkan dana untuk membantu PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan PPU (Pekerja Penerima Upah),” kata Terawan di sela mengikuti peresmian RSU Syubbanul Wathon di Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (7/11).

Dia menuturkan, pemerintah juga baru membahas mengenai bantuan untuk PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah). Hal ini supaya kelas III seolah-olah tidak terjadi kenaikan iuran.

“Itu baru kita selesaikan, belum berlaku. Masih 1 Januari 2020, sabar pasti akan ada yang terbaik,” katanya.

Mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Jakarta itu menjelaskan, rencana pemberian subsidi bagi peserta iuran kelas III tersebut baru dibahas. Adapun dalam pembahasan melibatkan beberapa menteri untuk mengambil keputusan.

“Kami baru upayakan pertemuan beberapa menteri untuk mengambil keputusan supaya yang kelas III tidak naik, dengan disubsidi. Ya, yang kelas I dan kelas II (naik), kemudian yang kelas III akan tersubsidi. Kita baru hitung supaya tidak salah anggarannya,” jelasnya yang menyebut telah menandatangani permintaan untuk menggelontorkan anggaran Rp 9,7 triliun untuk menutup defisit BPJS.

Terkait rumah sakit yang tidak melayani pasien peserta BPJS, Terawan menyebutkan, ada sanksi administrasi yang lebih ringan. Tapi, kemudian ada sanski sosial yang jauh lebih berat.

“Kalau rumah sakit tidak melayani dengan baik, dari sanksi sosial aja sudah muncul. Sanksi sosial itu kan berat sekali. Kalau sanksi administrasi bisa lebih ringan, tapi sanksi sosial yang berat bisa diterima rumah sakit itu,” ungkapnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.