Ultimate magazine theme for WordPress.

Saat Pandemi, Sholat Ied Bisa Dilakukan Dirumah

Oleh : Dani Kurniawan )*

 

Ramadhan dan Lebaran kali ini tentu sangatlah berbeda dengan ramadhan sebelumnya, seluruh masyarakat terkena dampaknya, himbauan social distancing juga semakin digalakkan. Masyarakat pun diimbau untuk dapat beradaptasi, termasuk dengan melakukan sholat Idul Fitri di Rumah sesuai anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Umat Islam pun tengah menantikan 1 syawal 1441 H pada pandemi covid-19, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait pelaksanaan shalat Idul Fitri 1441 H. Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat Asrorun Niam Sholeh.

Dirinya mengutarakan pembahasan fatwa yang telah dilakukan sejak 6 Mei 2020 atas perntanyaan masyrakat, selanjutnya pembahasan final pada 13 Mei. Rapat tersebut diikuti oleh 41 anggota dan Pimpinan Komisi Fatwa secara daring, dipimpin oleh Ketua dan Sekretaris Komisi Fatwa.

Menurutnya fatwa ini dapat menjadi pedoman untuk pelaksanaan Ibadah saat Idul Fitri. “Secara substansi fatwa ini telah selesai, apabila terdapat sedikit perbaikan, tentunya perbaikan tersebut terkait dengan redaksional saja.

Fatwa tersebut telah ditandatangani oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Prof H. Hasanudin AF, Sekretaris, Asrorun Niam Sholeh dan diketahui Wakil Ketua MUI Pusat KH Muhyidin Junaedi, MA serta Sekretaris Jenderal, Anwar Abbas.

Dalam ketentuan hukum disebutkan, bahwa Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah yang menjadi salah satu syi’ar keagamaan.

Secara hukum, Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang di kediaman maupun sedang bepergian (musafir), secara berjamaah maupun secara sendiri.

Oleh karena itu apabila seorang muslim tinggal ditempat yang merupakan zona merah kasus covid-19, maka sholat ied di rumah bisa menjadi solusi sebagai upaya meminimalisir potensi kerumunan masyarakat.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Agama Fachrul Razi menghimbau agar umat Islam dapat menjalankan Sholat Ied di rumah bersama dengan keluarga inti. Hal ini merupakan bagian dari empati dan komitmen sebagai umat beragama dalam penanganan covid-19.

Menag juga berharap agar para ulama, termasuk MUI, dapat terus memberikan penjelasan kepada masyarakat. Salah satunya tentang hukum fikih Islam dan tata cara Sholat Idul Fitri yang merupakan sunnah muakkadah yang artinya sunnah yang sangat dianjurkan.

Fachrul juga berharap agar selama pandemi covid-19 masyarakat tidak mengurangi kebahagiaan dan kegembiraan dalam menyambut Idul Fitri 1441 H. Selain gembira karena kembali ke fitrah, rasa kepedulian juga harus terselip saat Idul Fitri 1441 H.

Untuk daerah yang masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tentu saja sholat idul fitri yang biasa dilaksanakan di lapangan, masjid atau mushola tak bisa dilakukan.

Ketua Komisi Fatwa MUI Prof Dr H Hasanudin AF, MA, mengatakan sholat Idul Fitri bisa dilakukan di rumah masing-masing, baik sendiri atau berjamaah.

Hal ini tidak jauh berbeda dengan Sholat Jumat yang diganti dengan sholat dzuhur di rumah, maka sholat idul fitri saat pandemi bisa dilakukan di tempat masing-masing.

Sementara itu, hasil rapat bersama di lingkup Muhammadiyah menetapkan beberapa keputusan aktifitas bulan Ramadhan dan Idul Fitri untuk digelar di rumah masing-masing.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadis yang dipahami sesuai dengan manhaj tarjih serta data-data ilmiah dari para ahli yang menunjukkan bahwa kondisi ini telah sampai pada status darurat covid-19.

Keterangan resmi dari PP Muhammadiyah menyebutkan, Takmir tidak perlu mengadakan shalat berjamaah di masjid, mushala dan sejenisnya, termasuk kegiatan Ramadhan yang lain seperti ceramah-ceramah, tadarus berjamaah, iktikaf dan kegiatan berjamaah lainnya.

Ajakan yang sama juga didengungkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), pihaknya menghimbau agar umat Islam melaksanakan shalat idul fitri tahun ini di rumah masing-masing.

Pihaknya juga meminta agar umat Islam khususnya warga NU, untuk tetap memperkuat tali silaturahmi dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Selain itu, PBNU juga menyerukan kepada seluruh warga Nahdliyin agar senantiasa menaati keputusan, kebijakan dan imbauan pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mencegah penyebaran covid-19.

Selama pandemi covid-19 belum berakhir, tentu saja social distancing harus diterapkan, sehingga dengan mengerjakan sholat ied dirumah, tentu akan memutus rantai penularan virus corona.    

)* Penulis aktif dalam Milenial Muslim Bersatu

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.