Ultimate magazine theme for WordPress.

Tujuan Sebenarnya ‘KAMI’ Dibentuk

JAKARTA – Pembentukan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang diinisiasi oleh akademisi Rocky Gerung, mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Politisi PBB Ahmad Yani, Pengamat Politik Refly Harun, mantan Wakil Ketua KPK Abdullah Hehamahua, Said Didu, pengamat ekonomi, dan tokoh-tokoh lainnya, di tengah kebingungan yang dialami Indonesia menghadapi pandemi Covid 19 mengundang multi-tafsir dari sejumlah pihak.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Ossy Dermawan  mengatakan bahwa pembentukan organisasi atau sebuah kelompok untuk mengkritisi pemerintah merupakan hal yang wajar terjadi di kehidupan demokrasi. Disamping pemerintah dapat mengetahui segala aspirasi yang berkembang dari berbagai elemen masyarakat, pemerintah juga memilki hak untuk menjawab atas kegelisahan KAMI tersebut.

Sementara itu, Din Syamsuddin mengatakan bahwa koalisi ini adalah gerakan moral yang akan mengkaji berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia dan menawarkan solusinya. Sedangkan dari pihak pemerintah, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian mengatakan sah-sah saja koalisi itu dibentuk. Akan tetapi, yang dibutuhkan Indonesia sekarang bukan deklarasi tapi solusi.

Tujuan KAMI dibentuk berorientasi pada transformasi politik-etis atas fungsi DPR di lembaga pemerintahan yang dinilai tidak kritis menangani sebuah permasalah yang dihadapi oleh bangsa ini. Pihak KAMI menyebutkan bahwa KAMI dibentuk untuk menyelamatkan Indonesia dari kekacauan dan keterpurukan. Akan tetapi, apakah munculnya KAMI ini akan sungguh berperan sebagai pahlawan yang akan menyelesaikan berbagai persoalan atau justru menjadi pengacau dan hanya akan menambah kekacauan di negeri ini.

Bila diibaratkan, lebih baik kita bersama-sama membantu masyarakat yang tengah kesusahan menghadapi pandemi Covid-19 seperti memberikan bantuan sembako dan berbagai kebutuhan lainnya khususnya bagi warga yang kelaparan. Dari pada fokus pada persoalan di dalam pemerintahan, lebih baik menyelamatkan nyawa orang yang berada di ujung jurang kesengsaraan.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia saat ini sedang disibukkan dengan dampak pandemi Covid 19 ini yang membuat negara dan masyarakat mengalami kerugian besar di berbagai bidang kehidupan terutama bidang ekonomi; banyak pekerja yang mengalami PHK, produsen kehilangan konsumen, pasar menjadi sepi, dan lain sebagainya. Inilah problem utama yang harus diselesaikan atau dicari solusinya oleh pemerintah maupun seluruh masyarakat dari semua golongan; akademisi, tokoh agama maupun awam.

Pembentukan KAMI bisa menjadi sebuah cara pihak kepentingan memanfaatkan demi tujuan mereka sendiri. Pengalaman yang sudah-sudah juga tidak maksimal mewujudkan keinginannya khususnya bagi sekelompok orang yang hanya sekedar mengkritisi pemerintah tanpa adanya Tindakan nyata. Pebentukan model seperti KAMI hanya akan membuat kontraproduktif dari apa yang disuarakannya. Alih-alih membantu menyelamatkan negeri, malah memperkeruh suasana stabil apalagi mengganggu fokus pemerintah dan masyarakat yang berjuang melawan pandemi Covid-19.

Pembentukan KAMI juga dinilai hanya sebatas koalisi barisan sakit hati yang memang bukan bertujuan memberikan solusi bagi persoalan yang diahadapi bangsa Indonesia, melainkan tidak merasa cocok dengan pemimpin yang sah. Hal ini sebatas subjektivitas semata. Selain itu, tidak sedikit masyarakat yang menolak atas kemunculan KAMI dengan menyuarakannya lewat media sosial. Beberapa diantaranya,  yaitu “Dagelan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia. Dia lagi, dia lagi… Ada yg pernah ditendang karena gak becus kerja, Ada mantan pecatan BUMN, Ada pecatan menteri, dan orang-orang yang kalah Pilpres bertubi-tubi. Mereka berkumpul dalam satu kandang, SAKIT HATI #KAMIbukanKita,” cuit @mulanbilqis.

Sedangkan akun @ahmad_subana yakin seruan Din Cs tidak akan laku. “Rakyat yang sudah melek politik tahu siapa yang bisa menyelamatkan Indonesia. Apa yang terjadi jika sekelompok perusak tatanan bernegara bersatu membentuk koalisi dengan judul narasi pembodohan “menyelamatkan Indonesia”? Hasilnya sudah pasti merusak yang sudah baik. @LenjelMelah #KAMIbukanKita.” ()

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.