Ultimate magazine theme for WordPress.

Ucapan Terimakasih Masyarakat Korban PHK

JAKARTA – Langkah pemerintah melalui Diaspora Indonesia dengan membantu pekerja yang menjadi korban PHK atau dirumahkan akibat pandemi Covid-19, merupakan bentuk rasa kepedulian dan kecintaan serta wujud tanggung jawab negara terhadap rakyatnya. Adapun realisasi pelaksanaannya dilakukan atas kerja sama antara Bank BNI dan PT Cybermantra Perkasa Sumberarta dalam hal penyaluran donasi Diaspora Peduli kepada korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan/atau dirumahkan akibat terdampak COVID-19. Tujuan perjanjian kerja sama ini adalah untuk terlaksananya kerja sama yang dapat memberi bantuan secara langsung kepada penerima manfaat yang difokuskan kepada korban PHK dan/atau dirumahkan.
Program donasi One Family to One Family, besarannya adalah 50 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 780 ribu setiap bulannya dan di transfer langsung kepada keluarga pekerja korban PHK atau yang dirumahkan akibat pandemi Corona. Target penerima program Diaspora Peduli ini di atas 5000 orang di tanah air.

Terkait dengan uraian diatas, berikut disampaikan beberapa cuplikan ucapan terimakasih masyarakat korban PHK yang menerima bantuan program tersebut, diantaranya :

1. Dewi Komalasari (40 tahun) Pekerja sebuah restoran di BSD, Tangerang Selatan yang baru di-PHK pada 20 Maret 2020 lalu, mengaku senang atas bantuan dari Diaspora Peduli ini. Dewi yang memiliki dua anak dan single parent itu, berharap dengan bantuan sebesar Rp 780 ribu yang diterima olehnya bisa menutupi kebutuhan hidup ke depan. Meski kecil, bantuan ini sangat berarti untuk membeli sembako. Saya akan gunakan sebaik-baiknya dan sehemat mungkin.

2. Hal senada diungkapkan oleh seorang pengemudi di sebuah perusahaan logistik bernama Yadi Mulyadi (48) dari kabupaten Pandeglang, Banten. Yadi yang memiliki tiga orang anak, setelah di-PHK mengaku bekerja serabutan. Mulai dari menjadi supir angkot, hingga mencoba menjadi seorang nelayan. “Saya simpati adanya program Diaspora Peduli ini dan berharap ke depan, program Diaspora Peduli ini membawa kebaikan bagi keluarga saya dan teman-teman saya yang di-PHK,” kata Yadi.

3. Korban PHK lainnya yaitu Sumandra Febriana (36), juga tak kalah senang atas bantuan yang diterima dari Diaspora Peduli. Setelah lama tak bekerja, untuk mencari pemasukan bagi keluarganya Febri berpindah profesi menjadi pengantar makanan. Ketika bekerja di restoran, Febri digaji sebesar Rp 3,5 juta dan tak menerima pesangon setelah di PHK pada 20 Maret 2020 lalu. Bantuan Diaspora Peduli ini, akan digunakan olehnya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari serta membayar listrik. “Terimakasih banyak kepada Pemerintah cq Kemnaker dan Diaspora yang telah membantu kami, korban PHK. Bantuan Diaspora ini untuk kelangsungan hidup keluarga kita (korban PHK) dan keluarga kami,” pungkas Febri

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.